Saat mengunjungi ortu libur imlek kemarin, dirumah sudah ada tamu ke
bapak saya. Katanya dari kepolisian. Karena Bapak saya ketua RW, polisi
itu katanya sengaja datang khusus menemui pak RW, dan tokoh-tokoh
masyarakat lainnya. Dalam obrolannya tersebut terungkap, bahwa katanya
kepolisian sedang menggalakan gerakan membumi bersama warga, sebuah
bentuk program pembinaan masyarakat dengan cara berkunjung dari rumah ke
rumah dengan maksud untuk lebih mendekatkan hubungan silaturrahmi
dengan masyarakat. Secara spontan hati saya langsung berbisik, wah mau
memperbaiki citra nich setelahnya babak belur oleh kasus sandal jepit,
Mesuji dan Sape Bima serta beberapa kasus lainnya.
Tapi dari sisi cara dan gaya komunikasi memang kelihatan lentur, santun
dan ramah. Polisi itu bercerita seputar keluarga, perjalanan karir
hingga tugas-tugasnya selama di kepolisian. Sangat santai dan manusiawi.
Dia berpakaian bebas, tak berseragam. Katanya program mengunjungi warga
itu dilakukan pada hari-hari libur dinas. Sambil membawa form isian
masukan tentang seputar anggota polisi, yang akan diambil pada kunjungan
berikutnya. Sampai dia mencontohkan, misalnya masukan seputar bahwa
polisi itu arogan, tukang menguangkan kasus dll. Bapak nggakk usah segan
katanya, tulis aja apa saja yang berkaitan dengan hal-hal buruk
menyangkut perilaku dan kinerja kami selama ini. Wah saya pikir mulai
nyadar neh polisi sekarang.,,hehhe
Jika benar program ini by design oleh para pimpinan Polri termasuk
katanya merupakan instruksi Kapolri jendral Timur Pradopo, maka menurut
saya ini patut diapresiasi. Polisi berkunjung ke warga dan menjalin
keakraban hubungan yang lebih egaliter ini bertujuan pula untuk lebih
mengedepankan fungsi preventif dibanding penindakan langsung oleh
Kepolisian. Jika ada masalah di masyarakat, akan diupayakan terlebih
dahulu diselesaikan oleh masyarakat itu sendiri dengan cara berembug dan
musyawarah, polisi di belakang. Memisal ada kasus maling semangka, atau
pisang, polisi tidak akan mengedepankan aspek hukumnya. Akan
diselesaikan di tingkat masyarakat, dan dikembalikan terlebih dahulu ke
keluarga untuk membinanya. Jika masyarakat sudah angkat tangan, baru
polisi akan mengambil langkah penindakan secara hukum.
Sebagai sebuah gebrakan tentu hal ini posisitif, namun demikian Polri
juga harusnya tidak hanya pada fungsi Binkamtibmas nya, fungsi polantas
di jalan juga harus dirubah paradigma dan tampilan asesorisnya. Buat
lebih ramah, anti sogok dan jangan asal tilang. kedepankan fungsi-fungsi
penindakan yang bersifat persuasip, memberitahu bagaimana berkendaraan
yang baik dan selamat.
Polisi alat negara. Dibutuhkan masyarakat. Dibiayai oleh rakyat.
Sepantasnya pula mereka menyatu dengan rakyat. Jangan atas nama hukum
kau tindak pencuri sendal, sepotong pisang, dan semangka. Sementara pada
singgasana yang lain milyaran uang rakyat di curi kau diam saja tak
bisa berbuat apa-apa.
Polisi, Upayamu mendekati rakyat sudah tepat. Tapi harus ikhlas ya,
jangan karena Sape, Mesuji dan Sandal Jepit. Yang membuat rakyat telah
memakimu dengan sangat. Kini membumilah bersama bisikan dan nafas mereka
yang sepantasnya kau lindungi dan ayomi. Karena makan dan minummu
diambil dari darah dan keringat mereka yang telah susah payah membayar
pajak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar